Sekilas Tentang Torment: Tides of Numenera
Torment: Tides of Numenera adalah RPG naratif modern yang menjadi penerus spiritual Planescape: Torment, dikembangkan oleh inXile Entertainment. Game ini berlatar di dunia Numenera, satu miliar tahun di masa depan, tempat teknologi kuno yang nyaris seperti sihir berserakan dan membentuk peradaban baru. Pemain berperan sebagai The Last Castoff, tubuh kosong yang ditinggalkan oleh makhluk abadi bernama Changing God. Sejak awal, game ini menempatkan pemain pada pertanyaan besar tentang identitas, warisan, dan arti keberadaan. Cerita tidak bergerak cepat, tetapi penuh refleksi, dialog panjang, dan konsekuensi emosional yang terus membayangi perjalanan karakter.
Gameplay RPG yang Mengutamakan Pilihan
Gameplay Torment: Tides of Numenera menempatkan pilihan pemain sebagai inti pengalaman. Pertarungan hadir, namun sering kali bisa dihindari atau diselesaikan melalui dialog, kecerdikan, atau pemahaman situasi. Sistem Tides—lima arus emosi dan motivasi—mencerminkan nilai yang dianut karakter, memengaruhi cerita, reaksi dunia, dan perkembangan narasi. Setiap keputusan kecil dapat menggeser Tide dominan, membentuk siapa dirimu di mata dunia. Gameplay terasa lebih seperti proses pengambilan keputusan filosofis daripada perhitungan statistik semata.
Dunia Numenera yang Aneh dan Kaya Imajinasi
Dunia Numenera adalah perpaduan fantasi, sci-fi, dan absurditas eksistensial. Kota-kota dibangun di atas mesin purba, makhluk hidup menyatu dengan teknologi kuno, dan hukum realitas sering kali fleksibel. Eksplorasi dunia dipenuhi dialog mendalam, artefak misterius, dan kisah-kisah kecil yang sering lebih berkesan daripada konflik besar. Setiap lokasi terasa unik secara konseptual, seolah pemain menjelajahi museum ide-ide aneh tentang masa depan umat manusia. Dunia ini tidak selalu masuk akal, tetapi justru itulah yang membuatnya memikat.
Tema Identitas, Warisan, dan Konsekuensi
Torment: Tides of Numenera secara konsisten mengeksplorasi siapa kita setelah ditinggalkan oleh masa lalu. Berbeda dengan Planescape yang fokus pada dosa, Numenera lebih menekankan warisan dan dampak keberadaan seseorang terhadap orang lain. Game ini bertanya apakah kita bertanggung jawab atas tindakan mereka yang datang sebelum kita, dan apakah identitas bisa dipisahkan dari asal-usul. Tema-tema ini disampaikan dengan dialog reflektif dan pilihan yang jarang terasa hitam-putih, membuat pemain terus merenung sepanjang perjalanan.
Kesimpulan: RPG Filosofis untuk Pemain Sabar
Torment: Tides of Numenera adalah RPG yang lambat, berat, dan sangat reflektif. Ini bukan game untuk pemain RAJA99 DAFTAR yang mencari aksi cepat atau kepuasan instan, melainkan untuk mereka yang menikmati dialog panjang, dunia konseptual, dan pertanyaan eksistensial. Meski tidak selalu sepadat pendahulunya, game ini tetap menjadi pengalaman unik yang menegaskan bahwa RPG bisa menjadi ruang eksplorasi ide dan makna hidup. Sebuah perjalanan intelektual yang menuntut kesabaran dan keterlibatan penuh.